LEMDIKLAT POLRI | Tiap Tahun, Lemdiklat Polri Didik 20.000 Peserta
15578
single,single-post,postid-15578,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-theme-ver-9.5,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive
polri-poto-istimewa-e1457864279218

Tiap Tahun, Lemdiklat Polri Didik 20.000 Peserta

Kepolisian RI melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri kembali membuka pendaftaran bagi calon peserta pendidikan mulai April mendatang.

Kepala Bagian Umum Biro Perencanaan dan Administrasi Lemdiklat Polri Yudi Amsyah menyatakan Lemdiklat setiap tahunnya membuka pendaftaran untuk berbagai program pendidikan baik Akademisi Polisi (Akpol) dan Sekolah Inspektur Polri Sumber Sarjana (SIPSS) di tingkat perwira, sekolah Brigadir di tingkat Bintara serta sekolah Tamtama. Informasi pendaftaran bisa diakses di laman penerimaan.polri.go.id.

“Pada dasarnya kami tiap tahunnya menyerap sebanyak jumlah pensiunan, meninggal ataupun sakit permanen, misalnya yang pensiun itu 3.000 ya kami terima 3.000 peserta didik, istilahnya zero growth, tapi kalau ada permintaan dari Presiden Jokowi bisa saja lebih. Secara kelembagaan setiap tahunnya kami bisa menerima secara total 20.000 peserta didik sudah termasuk peserta sekolah polisi negara (Polda) dan peserta diklatsus dari K/L,” kata dia di Jakarta, Jumat (29/1).

Ditambahkan, di era MEA saat ini, pihaknya tidak hanya menambah jumlah peserta didik namun juga kualitas pendidikan agar tercipta personel kepolisian negara republik indonesia yang profesional, bermoral, modern dan unggul. “Isu saat ini makin berkembang terutama soal cybercrime, traficcing person, dampaknya terhadap MEA sendiri ya kami makin berintegrasi dengan Singapura, Vietnam misalnya soal kerjasama pelatihan Polri,” kata dia.

Lemdiklat juga menyediakan sekolah lanjutan bagi lulusan akpol (D4) hingga ke jenjang doktoral dengan mengutamakan 30 peserta didik terbaik di masing-masing kelas, jabatan tertentu atau pernah menangani satu permasalahan yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. “Kami juga punya kurikulum revolusi mental, kami akan kirim 50-100 lulusan Lemdiklat terbaik per tahun hingga 2025 untuk melanjutkan studinya ke luar negeri (Korea Selatan), sedang kami asassemen 50 calon peserta,” kata dia.

Kepala Bagian Perencanaan Lemdiklat Polri Adi Cahyo menambahkan, selain menyediakan pendidikan bagi Polri, pihaknya juga membuka pelatihan bagi polisi luar negeri melalui Jakarta Cooperation Law Enforcement Center (JCLEC) bagi 58 negara yang masing-masing negara mengirim 2-4 peserta. Berbagai program seperti terorisme, forensik maupun bom diajarkan di sana, dengan terlebih dahulu diberikan pengantara bahasa Indonesia selama 7 bulan.

“Indonesia juga di satu pihak memiliki Laison Officer (konsuler di bidang kepolisian) di 10 negara yakni AS, Aaustralia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Belanda, Timur Leste, Arab Saudi dan Inggris,” kata dia.

Ditambahkan, Lemdiklat merupakan lembaga pendidikan terintegrasi Polri yang melayani peserta didik baik dari dalam maupun non-Polri. Setiap tahunnya ada sekitar 20.000 peserta didik, yang terdiri dari 6.000 peserta diklatsus K/L, 1.600 calon raja (IPDN) peserta dari Kemendagri, sisanya peserta didik dari Sekolah Polisi Negara, SIPSS, Akpol dan lainnya.

“Kita tahun lalu saja menerima 300 peserta Akpol dan lainnya total 3.000 peserta sementara kapasitas Akpol cuma 900, nah kami tempatkan di SPN (Polda Jabar) sekitar 1.200, ketika ini selesai maka diisi dengan pendidikan yang lain, jadi terintegrasi,” kata Adi.

No Comments

Post A Comment